Umat Islam mendapatkan Nabi Muhammad Dan Al-Qur`an Tanpa Kehilangan Bunda Maria Dan Isa Al-Masih

Pandangan Islam tentang Yesus

Pandangan Islam tentang Yesus berbeda dengan ajaran Kristen. Perbedaan utama terletak pada persoalan ketuhanan Yesus, yang dalam manuskrip Al-Qur’an dan bahasa Arab disebut Isa al-Masih. Pemeluk Islam mempercayai Yesus atau Isa Al Masih adalah seorang nabi dan juga seorang rasul yang diutus khusus untuk bangsa Israel. (makna rasul di dalam Islam berbeda dengan maknanya di dalam Kristen, lihat artikel tentang nabi). Dalam ajaran Islam, ia termasuk salah satu nabi yang termasuk rasul Ulul Azmi, yaitu rasul yang sabar dan tabah dalam mendakwahkan ajaran Allah. Nama Yesus sendiri (tanpa kata ganti orang) disebutkan sebanyak dua puluh delapan kali di dalam Al-Qur’an.

Beberapa catatan penting mengenai Yesus dalam Al-Qur’an dan Hadist:

•             Silsilah Isa tersambung dari Ibrahim melalui putranya Ishak, dimana Nabi Muhammad juga berasal dari keturunan saudaranya Ismail.

•             Yesus adalah salah satu nabi yang tergolong dalam ulul azmi, yakni nabi dan rasul yang memiliki kedudukan tinggi/istimewa bersama dengan Muhammad, Ibrahim, Musa dan Nuh.

•             Yesus hanya diutus khusus untuk kaum Bani Israil.

•             Yesus bukanlah Tuhan maupun anak Tuhan, melainkan salah seorang manusia biasa yang diangkat menjadi nabi dan rasul, sebagaimana juga setiap nabi lain yang diutus pada masing-masing kaum.

•             Kelahiran Yesus terjadi dengan ajaib, tanpa ayah biologis, atas kekuasaan Tuhan.[3] Ibunya yang bernama Maryam, adalah dari golongan mereka yang suci dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.

•             Yesus memiliki beberapa keajaiban atas kekuasaan Tuhan. Di samping kelahirannya, Ia mampu berbicara saat berumur hanya beberapa hari, Ia berbicara dan membela Ibunya dari tuduhan perzinaan. Dalam Qur’an juga diceritakan saat Ia menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan kebutaan dan lepra.

•             Yesus menerima wahyu dari Tuhan yakni Injil (merujuk pada perjanjian baru agama Kristen), namun versi yang dimiliki oleh umat Kristiani saat ini, menurut umat Islam telah diubah dari versi aslinya. Beberapa pendapat dalam Islam menyebutkan bahwa Injil Barnabas adalah versi Injil paling akurat yang ada saat ini.

•             Yesus tidak dibunuh maupun disalib, Tuhan membuatnya terlihat seperti itu untuk mengelabui musuh-musuhnya. Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa salah seorang musuhnya diserupakan dengan dia, sedangkan Isa sendiri diangkat langsung ke surga dan musuhnya yang diserupakan tadi adalah orang yang disalib. Sementara pendapat lain (antara lain Ahmad Deedat dengan bersumber dari Alkitab) mengatakan bahwa Isa benar-benar disalib namun tidak hingga mati kemudian diangkat ke surga. Terdapat pula pendapat lain yang mengatakan bahwa yang disalib oleh tentara Roma bukan Isa melainkan salah seorang pengikutnya yaitu Yudas Iskariot.

•             Yesus masih hidup dan berada di surga, suatu hari Ia akan datang kembali ke bumi untuk melawan Dajjal (atau Antikristus dalam agama kristen) dan merupakan salah satu tanda-tanda dekatnya akhir zaman.

•             Yesus bukan penebus dosa manusia, Islam menolak konsep dosa turunan dan menganut konsep bahwa setiap manusia bertanggung jawab dan hanya akan diadili atas perbuatannya sendiri.

Umat Islam mendapatkan Nabi Muhammad Dan Al-Qur`an Tanpa Kehilangan Bunda Maria Dan Yesus Al-Masih

Sesungguhnya keyakinan kaum muslimin tentang al-Masih ini adalah berdasarkan kepada al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Maka kami (Umat Islam) mengimani, bahwa Isa ‘Alaihi Sallam adalah salah satu hamba dari hamba Allah dan salah satu Rasul dari Rasul-Rasul Allah yang mulia. Allah mengutusnya kepada Bani Israel, menyeru mereka kepada Allah agar mentauhidkan dan menyembah-Nya.

Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.  (al-Shaff: 6)

Jadi Isa ‘Alaihi Sallam bukan Tuhan atau sesembahan dan bukan putra Allah seperti yang diklaim oleh orang-orang Nasrani / Kristen . Bahkan, kami sangat mencintai semua Nabi termasuk Nabi Isa atau Nabi Yesus sebagai salah satu Nabi dan Rasul Allah yang mulia.

Allah berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ

حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ  الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَماَ لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”  (al-Maaidah: 72)

Allah berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”  (al-Taubah: 30)

Kalimat pertama yang diucapkan oleh Isa ‘Alaihi Sallam, tatkala Allah membuatnya berbicara pada waktu ia berada dalam gendongan ibunya:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ ءَاتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

“Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”  (Maryam: 30)

Kami beriman bahwa Allah mendukungnya dengan beberapa mu’jizat sebagai bukti kebenaran.

Allah berfirman:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai `Isa putra Maryam, ingatlah ni`mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” (al-Maaidah: 110)

Kami beriman bahwa Isa ‘Alaihi Sallam dilahirkan dari rahim Maryam gadis perawan yang suci tanpa ayah. Hal ini tidak sulit bagi Allah karena jika Dia menginginkan sesuatu, Dia cukup mengatakan: “Jadilah” maka iapun jadi.

Allah berfirman:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” (Ali Imran: 59)

Kami beriman bahwa Isa ‘Alaihi Sallam menghalalkan untuk orang Yahudi sebagian dari apa yang dulunya diharamkan atas mereka.

Allah berfirman, menceritakan tentang Isa yang mengatakan kepada Bani Israel :

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

“Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta`atlah kepadaku.” (Ali Imran: 50)

Kami beriman bahwa Isa belum mati, tidak dibunuh oleh orang Yahudi musuh-musuhnya. Akan tetapi ia diselamatkan oleh Allah dari kejaran mereka dan mengangkatnya ke langit dalam keadaan hidup.

Allah berfiman tentang orang Yahudi :

وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا  وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا  بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Dan karena kekafiran mereka (terhadap `Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisaa’: 156-158)

Kami beriman bahwa ia telah menyebarkan kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. kepada para pengikutnya Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.  (al-Shaff: 6)

Kami beriman bahwa Isa akan turun di akhir jaman mendustakan orang-orang Yahudi yang memusuhinya, yang mengklaim telah membunuhnya. Dan untuk mendustakan orang-orang Nasrani yang mengklaim bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Dan dia tidak menerima agama apapun kecuali Islam.

Imam Bukhari dan Muslim (no. 2222 dan 115) meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasul Allah Subhanahu wa Ta’ala bersabda : “Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, hampir saja putra Maryam turun di tengah-tengah kalian. Dalam satu riwayat: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga putra Maryam turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil, maka dia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah. Dan harta akan melimpah hingga tidak ada seorangpun yang mau menerimanya”.

Artinya Isa ‘Alaihi Sallam akan turun menegakkan syariat Islam, dan membatalkan agama Nasrani yaitu dengan menghancurkan salib dan membunuh babi. Membatalkan pengagungan Nasrani terhadapnya. Dia menebar keadilan melibas kezhaliman sehingga berkahpun turun, kekayaan bumi dan harta melimpah. Minat memiliki hartapun surut sebab mereka tahu bahwa kiamat sudah dekat. Kemudian Isa ‘Alaihi Sallam meninggal dunia, dishalati dan dimakamkan oleh kaum muslimin.

Imam Ahmad meriwayatkan (no.9349) dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau bersabda:

“Aku adalah manusia yang paling berhak terhadap Isa putra Maryam sebab tidak ada Nabi antara aku dan dia”. Kemudian beliau menyebutkan turunnya Isa di akhir jaman lalu bersabda: “Dia tinggal di bumi selama dikehendaki Allah, sampai wafat ,lalu dishalati dan dimakamkan oleh umat Islam”.

Kami beriman bahwa pada hari kiamat nanti Isa akan berlepas diri dari orang-orang yang meyakini bahwa dia adalah Tuhan (sesembahan).

Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ  مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai `Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” `Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya

Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (al-Maaidah: 116-117)

Imam Bukhari meriwayatkan (3435), begitu pula Muslim (28) dari Ubadah Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau bersabda:

“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali  Allah semata tak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan Isa adalah hamba Allah rasulnya, dan  Firman-Nya yang dilontarkan kepada Maryam dan Ruh dari Dia, surga itu benar, neraka itu benar, maka Allah memasukkannya ke surga lewat pintu mana saja yang ia suka”.

Itulah keyakinan umat Islam tentang al-Masih putra Maryam.

Nabi Isa Atau Nabi Yesus alaihi salam Tidak Mati Disalib

Kitab Al-Quran yang mulia telah dengan tegas menyebutkan bahwa mereka (kaum Yahudi) tidak pernah membunuh nabi Isa, bahkan tidak pernah menyalibnya. Yang mereka bunuh atau mereka salib itu adalah orang yang lain yang diserupakan dengan wajah nabi Isa ‘alaihi ssalam.

Dan sebagai umat Islam yang Qurani, kami sebenarnya sangat tersinggung dengan sikap yang dilakukan oleh saudara-saudara nasrani. Karena mereka telah melakukan kebohongan yang teramat fatal, dengan mengatakan bahwa Nabi Isa atau Nabi Yesus telah mati dibunuh atau disalib.

Apalagi sampai ada cerita Nabi Isa berjalan di jalan dengan kawat berduri, memanggul kayu salib, ditambahi dengan cerita penebusan dosa. Tentu saja semua cerita itu jelas bertentangan dengan kebenaran hakiki, baik menurut para ahli sejarah apalagi menurut Al Quran yang mulia.

Di dalam Al-Quran, sangat jelas disebutkan bahwa nabi Isa tidak pernah disalib oleh siapa pun. Dan juga beliau tidak pernah dibunuh.

dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah “, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. (QS. An-Nisa’: 157)

Ayat ini mengisyaratkan dengan tanpa ditutupi, bahwa semua itu hanya merupakan kebohongan, khayalan, imajinasi dan cerita nenek moyang yang tidak jelas asal-usulnya. Setidaknya tidak pernah terdapat jalur riwayat sanad yang shahih yang bisa dijadikan sandaran tentang kisah-kisah itu.

Kalau dibandingkan dengan ilmu kritik hadits di dalam agama Islam, riwayat tentang penyaliban nabi Isa itu ibarat hadits yang dhaif jiddan (lemah banget), para perawinya bergelar akdzabunnas (manusia paling dusta) yang tidak akan pernah lolos dari seleksi al-jarhu watta’dil. Bahkan sanadnya tidak nyambung, alian munqathi’ atau pun juga mursal.

Bahkan menurut para ahli hadits lainnya sudah bisa dikategorikan hadits maudhu’ (palsu). Dan dalam agama Islam, hadits palsu sudah pasti tertolak mentah-mentah, jangankan dipakai, dilirik pun tidak.

Tapi sayangnya, karena saudara yang beragama nasrani itu memang tidak punya sistem kritik hadits seperti yang umat Islam punya, makanya cerita-cerita dari berbagai versi habis memporak-porandakan sejarah agama nasrani sendiri, bahkan sampai ke wilayah yang paling mendasar, yaitu masalah aqidah.

Maka setiap tahun ketika saudara-saudara yang beragama nasrani memperingati hari wafat Isa almasih, kami sebagai muslim akan berbangga, karena alhamdulillah kami punya ilmu kritik hadits. Sehingga semua kisah, cerita atau periwayatan yang tidak jelas pertanggung-jawabannya, tidak akan pernah bisa masuk ke dalam ajaran agama Islam.

Dan ilmu kritik hadits ini sudah membuktikan kepiawaiannya selama 14 abad ini untuk menjaga kemurnian agama Islam ini dari beragam cerita khayal yang tidak jelas ujung pangkalnya. Dan tragedi ketidak-jelasan sumber adalah tragedi terbesar yang menimpa dua agama samawi, nasrani dan yahudi.

Namun sebagai muslim, kami tetap wajib menghormati apa yang menjadi keyakinan saudara-saudara yang beragama nasrani. Kami dilarang mengganggu apalagi menghalangi apa yang saudara-saudara yang beragama nasrani lakukan. Namun yang namanya diskusi, dialog dan studi sejarah bukan berarti harus berhenti.

Lalu Siapa Yang Disalib ?

Al-Quran tidak secara tegas menyebutkan siapa yang disalib. Yang ditegaskan Al-Quran adalah bahwa yang disalib itu bukan nabi Isa ‘alaihissalam. Al-Quran menegaskan bahwa beliau telah diangkat ke sisi-Nya.

Tetapi Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa’: 158)

Maka ada berbagai riwayat tentang siapakah orang yang disalib itu. Sebagian riwayat mengatakan bahwa yang disalib adalah murid nabi Isa yang paling mirip dengan beliau. Murid-murid beliau yang diriwayatkan berjumlah hanya 12 orang ini berebut untuk menjadi martir, mengaku sebagai nabi Isa untuk melindungi guru mereka.

Tapi dalam riwayat yang lain, yang disalib adalah seorang yang bernama Yudas Eskariot, seorang yahudi yang diserupakan oleh Allah SWT menjadi mirip nabi Isa.

Dan ada sekian banyak versi lainnya. Tapi lepas dari mana yang benar, yang pasti yang disalib atau dibunuh itu bukan nabi Isa ‘alaihissalam. Sehingga kepercayaan tentang penebusan dosa yang memang tidak dikenal dalam semua risalah agama samawi, jelas-jelas tidak menemukan relevansinya.

Kepercayaan tentang penebusan dosa itu datang dari kepercayaan kuno bangsa Eropa, ketika agama kristen kemudian dibawa ke sana. Atau dimasukkan oleh Paulus yang memang terlalu banyak mengubah agama kristen menjadi sebuah agama baru, yang nyaris 100% terlepas dari esensi agama aslinya yang Allah turunkan.

Bahkan seorang Micheal Hart yang bukan muslim sekali pun dengan tegas menyebutkan bahwa Paul (Paulus?) itulah sebenarnya pendiri agama Kristen dewasa ini, dan bukan nabi Isa. Karena esensi paling mendasar dari agama kristen sekarang ini, sudah tidak ada lagi yang sama dengan yang dibawa oleh nabi Isa.

Dalam bukunya 100: A Ranking of the Most Influental Person in History, Michael Hart menuliskan:

“Pengaruh Paul dalam perkembangan Agama Nasrani dapat diukur dari tiga hal. Pertama, sukses besarnya dalam penyebaran agama. Kedua, tulisan-tulisannya yang menyusun bagian-bagian penting Perjanjian Baru. Ketiga, peranannya dalam hal pengembangan teologi Kristen.

Dari 27 buku Perjanjian Baru, tak kurang 14 dihubungkan dengan jasa Paul. Meskipun ilmuwan modern berpendapat 4 atau 5 buku dari 14 itu ditulis oleh orang lain, namun tak diragukan lagi bahwa Paul-lah orang terpenting secara pribadi menulis Perjanjian Baru.

Pengaruh Paul di bidang teologi Kristen betul-betul tak terperikan besarnya. Ide-idenya termasuk hal-hal sebagai berikut: Isa tidak cuma nabi yang mengesankan tapi juga suci. Isa wafat demi dosa-dosa kita dan penderitaannya dapat membebaskan kita. Manusia tidak bisa melepaskan diri dari dosa-dosa hanya dengan mencoba melaksanakan perintah-perintah yang tertera dalam Injil, tapi hanya bisa dengan jalan menerima Isa sepenuh jiwa.

Sebaliknya, apabila manusia menerima dan percaya Isa, segala dosa-dosanya akan dimaafkan. Paul juga menjelaskan doktrin-doktrinnya mengenai ihwal dosa (lihat Romans 5: 12:19).”

Di dalam halaman lainnya, Micheal Hart menambahkan:

“Paul, lebih dari orang-orang lainnya, bertanggung jawab terhadap peralihan Agama Nasrani dari sekte Yahudi menjadi agama besar dunia. Ide sentralnya tentang kesucian Isa dan pengakuan berdasar kepercayaan semata tetap merupakan dasar pemikiran Kristen sepanjang abad-abad berikutnya.”

This entry was posted in Edisi Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s