3 Bukti Yesus Bukan Tuhan

1. Yesus Diberikan Kekuasaan Oleh Tuhan, Bukti Yesus Bukanlah Tuhan

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.(Matius 28:18)

Semua umat Kristen, hampir dapat dipastikan hafal di luar kepala ayat ini. Bahkan ayat ini termasuk salah satu ayat emas yang sangat diandalkan oleh umat Kristiani di manapun mereka berada :”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”. Dalam kitab suci agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan diberikan sesuatu, kecuali di dalam Alkitab/Bible. Manusia tidak boleh memberikan sifat lemah kepada Tuhan, sebab setiap yang punya sifat lemah, pasti bukan Tuhan. Jika Tuhan punya sifat lemah, apa bedanya Dia dengan makhluk ciptaan-Nya? Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan diberikan sesuatu. Sifat-sifat lemah seperti itu adalah sifat makhluk ciptaan-Nya bukan sifat Tuhan. Ayat ini sebenarnya justru memberikan bukti bahwa Yesus itu bukanlah Tuhan. Yang Tuhan itu adalah yang memberikan kekuasaan yaitu Allah SWT. Jika masih ada Tuhan lain yang memberikan kekuasaan kepada Yesus, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang mana lagi yang memberikan kekuasaan kepada Yesus, jika ia sendiri adalah Tuhan ???
– Setiap yang mengaku diberikan sesuatu oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
– Yesus mengaku diberikan sesuatu oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
2. Kesalahan Dalam penterjemahan Kata di YOHANES 13:13, TUHAN = Tuan

Suatu ketika Yesus membenarkan dirinya dipanggil murid-muridnya dengan sebutan guru dan tuan, bahkan ditegaskan lagi oleh Yesus memang akulah guru dan tuan “Kamu menyebut aku guru dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab memang akulah guru dan tuan. “Yesus disebut sebagai guru karena mengajarkan kebaikan-kebaikan, kebenaran-kebenaran dan petunjuk hidup kepada murid-muridnya dan Yesus disebut tuan karena nasehat dan pengajarannya selalu ditaati murid-muridnya, maka pantaslah Yesus disebut guru dan tuan. Kata “tuan” dalam ayat di atas adalah terjemahan dari kata mar dalam bahasa Ibrani/Aramaic yaitu bahasa sehari-hari Yesus, kata mar biasa diberikan kepada orang yang dihormati dan di taati. Namun ternyata dalam penterjemahan ayat tersebut ke dalam bahasa yang bukan bahasanya Yesus, kata “tuan” dalam ayat di atas telah berubah menjadi Tuhan, yang jauh menyimpang dari ucapan Yesus, sehingga lafal ucapan Yesus tersebut menjadi :”Kamu menyebut aku guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang akulah guru dan Tuhan”(Yohanes 13:13). Kesalahan dalam penterjemahan ini dimanfaatkan oleh umat Kristen sebagai dalil bahwa Yesus pernah mengatakan dirinya sebagai Tuhan. Sesungguhnya perubahan kata dari tuan menjadi Tuhan justru akan semakin menimbulkan kontradiksi di dalam Injil itu sendiri, bahkan akan sangat bertentangan dengan ucapan- ucapan Yesus di dalam puluhan ayat-ayat yang lain, satu saja contoh ucapan Yesus yang bertentangan dengan Yohanes 13:13 bila kata tuan dirubah menjadi Tuhan :”Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yg telah Engkau utus (Yohanes 17:3)”. Dalam Yohanes 17:3 tersebut, Yesus mengatakan bahwa Tuhan satu-satunya hanyalah Allah dan dipertegas lagi bahwa Yesus hanyalah seorang utusan Allah, kalau kata mar diterjemahkan menjadi Tuhan maka Yohanes 13:13 akan sangat kontradiktif dengan Yohanes 17:3, tetapi kalau kata mar diterjemahkan sebagai tuan maka antara Yohanes 13:13 dan Yohanes 17:3 akan saling mendukung dan menguatkan. Umat Kristen sangat memaksakan untuk mengubah ucapan Yesus yang berarti tuan menjadi Tuhan, agar ada dalil yang mengokohkan ketuhanan Yesus, hal ini karena tidak ada satu ayat-pun yang mendukung ketuhanan Yesus yang berupa pengakuan Yesus secara langsung bahwa dirinya adalah Tuhan, dan satu-satunya ayat yang mudah untuk diubah artinya adalah Yohanes 13:13, namun dengan mengorbankan keabsahan dan keserasian Alkitab itu sendiri. Perubahan kata tuan menjadi Tuhan terjadi ketika kata MAR dalam bahasa Ibrani yang berarti tuan, diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani menjadi KURIOS, kata kurios dalam bahasa Yunani memiliki empat arti yaitu :– Pemilik — tuan — tuhan – Tuhan –Rupanya para penginjil mengartikan kurios sebagai Tuhan dalam ayat tersebut, padahal semestinya arti yg sesuai dengan ucapan Yesus dan tidak bertentangan dengan ayat-ayat yang lain adalah tuan. Dari uraian di atas baik ditinjau dari segi tata-bahasa Ibrani ke Yunani dan ditinjau dari keserasian dengan ucapan-ucapan Yesus yang lain, maka pengakuan Yesus yang sesungguhnya adalah :AKULAH GURU DAN TUAN Bukan AKULAH GURU DAN TUHAN Sehingga tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab bahwa Yesus pernah mengatakan akulah Tuhan, tetapi akan banyak ditemukan ayat-ayat pengakuan Yesus bahwa dirinya hanyalah utusan Allah dan bahwa hanyalah Allah satu-satunya Tuhan yang benar dan Esa sebagaimana yang diajarkan Yesus bahwa menyembah itu hanya kepada Allah saja dalam Markus 12:28-29 dan Matius 4:10.

”Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal menjawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada mereka itu, datang kepada-Nya dan bertanya: ”Hukum apakah yang paling utama?” Jawab Yesus : ”Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Markus 12:28-29).

“Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).
3.   Yesus diutus oleh Tuhan untuk Bani Israel Saja

“Jawab Yesus:”aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel.” (Matius 15:24)

Pengakuan Yesus tersebut menunjukkan bahwa dia hanya benar-benar diutus untuk kaum tertentu saja, yaitu Bani Israel, bukan untuk seluruh kaum semesta. Ini membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, tapi hanya seorang yang diutus oleh Tuhan (Allah SWT). Jika Yesus itu Tuhan, pasti ajarannya untuk seluruh manusia, seluruh alam semesta, dan untuk seluruh masa (zaman). Tetapi dalam ayat tersebut Yesus katakan bahwa dia hanya diutus untuk kaumnya saja yaitu Bani Israel. Dalam kitab suci agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan itu diutus, kecuali di dalam Alkitab/Bible. Manusia tidak boleh memberikan sifat lemah kepada Tuhan, sebab setiap yang punya sifat lemah, pasti bukan Tuhan. Jika Tuhan punya sifat lemah, apa bedanya Dia dengan makhluk ciptaan-Nya? Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan itu diutus oleh sesuatu. Sifat lemah seperti itu adalah sifat makhluk ciptaan-Nya bukan sifat Tuhan. Ayat ini sangat jelas memberikan bukti bahwa Yesus itu bukanlah Tuhan. Yang Tuhan itu adalah yang mengutusnya yaitu Allah SWT. Jika masih ada Tuhan lain yang mengutus Yesus, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang mana lagi yang mengutus Yesus, jika ia sendiri adalah Tuhan ???
– Setiap yang diutus Tuhan (Allah SWT), pasti bukan Tuhan (Allah SWT)!
– Yesus diutus Tuhan (Allah SWT), berarti Yesus bukan Tuhan (Allah SWT).

This entry was posted in Edisi Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s