Kenapa orang yang berakal mesti memeluk Islam ???

Sekilas tentang Islam
Mari kita sekilas mengenal islam, karena “ISLAM” adalah sebuah nama yang diberikan oleh ALLAH kepada agama ini (Quran 5:4), kata Islam berasal dari kosakata Arab yang secara harfiah berarti ketaatan dan damai. Islam berasal dari akar kata “SALIMA”: damai, kesucian, ketundukan dan ketaatan. Jadi “ISLAM” itu berarti jalan orang-orang yang taat kepada Allah dan yang membuat perdamaian dengan Allah dan makhluk-Nya. Yang disebut Muslim.

Dan islam adalah agama yang diturunkan ALLAH SWT kepada NABI MUHAMMAD SAW, yang berisi tuntunan hidup untuk seluruh umat manusia. Allah Taala berfirman di dalam Al-Quran:
“Katakanlah,` Kami beriman kepada ALLAH dan apa yang telah diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim dan Ismail dan Ishak dan Yakub dan keturunannya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan sekalian nabi dari Tuhan mereka . Dan kepadanya kami menyerahkan diri.” (Qur’an 3-84)

Banyak keindahan – keindahan yang bisa kita dapat didalamnya, islam tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya, seluruh manusia merupakan satu keluarga, tidaklah sepatutnya ada dinding pemisah (kasta) di antara sesama mereka. Manusia semuanya sama, tidak ada perbedaan golongan borjuis atau proletar, kulit putih atau kulit hitam, bangsa aria atu bukan aria, orang barat atau orang timur. Islam telah memberikan konsep revolusioner tentang kesatuan umat manusia. Dan kebangkitan Rasulullah saw, itu tidak lain hanya untuk mempersatukan seluruh alam dibawah kalimat Allah, dan untuk membangkitkan kehidupan baru didunia yang sudah mati.

Firman Allah swt :
Berpegangteguhlah kamu sekalian kapada agama Allah dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, tatkala kamu bermusuh-musuhan, lalu Allah melembutkan hati kamu sehingga atas karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. ( Q.s ali imran : 103 )
Beberapa alasan Kenapa mesti islam

1. Al-Islam adalah agama Allah

Al-Islam adalah merupakan agama yang diturunkan langsung oleh Allah dan satu-satunya agama yang dijanjikan oleh Allah sebagai agama keselamatan. Ajaran dalam Islam tidak dibuat semata-mata oleh manusia tapi dibuat oleh Allah Azza wa Jalla sehingga tidak ada cacat sedikitpun dalam Al-Islam. Semua urusan mulai dari kita bangun tidur hingga kita tertidur kembali semua Islam atur dan tidak ada celah yang luput sama sekali dalam islam.

2. Rohmatan Lil’alamin (Rahmat bagi seluruh Alam)
Dalam islam kekerasan sangat dihindari, bahkan adalah cara paling terakhir yang dapat dilakukan, jika semua jalan damai menemui kebuntuan. Dalam penyebarannya pun islam menggunakan jalan damai tanpa adanya kekerasan, setidaknya itu yang dilakukan para waliyullah yang menyebarkan Islam di Indonesia. Mereka menggunakan pendekatan secara kebudayaan sehingga akhirnya dapat diterima, dipeluk dan menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia walaupun datangnya paling terakhir di Indonesia. Bukan hanya itu, Islam juga merupakan rahmat bagi alam artinya tidak hanya manusia semata yang merasakan kelembutan dan keakraban Islam, tapi juga bangsa binatang, tumbuhan dan semua makhluk yang ada di alam ini merasakan kelembutan dari para pemeluknya.
Islam mengajarkan tentang bagaimana bersikap dengan alam, binatang, tumbuhan dan sesama manusia. Bahkan dalam islam kita dilarang kencing ke lubang yang ada dalam tanah, ini adalah suatu penghormatan islam akan kehidupan yang mungkin ada di lubang itu. Islam mengajarkan kita untuk bersikap bijak terhadap alam karena dari alamlah rizki manusia berasal. Maka dari itulah islam menyebut dirinya Rohmatan Lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam) karena memang mengajar kepada para pemeluknya tentang sikap santun terhadap alam.

3. Semua yang dikerjakan adalah ibadah
Inilah nilai lebih dari Al-Islam, semua yang kita kerjakan bahkan tidur pun adalah ibadah dalam islam. Sungguh suatu nilai lebih yang bukan sekedar promosi belaka, tapi ini belaku kepada siapa pun baik ia mualaf (baru memeluk islam) ataupun yang sudah menjadi mukalaf (orang yang sudah baligh), dan kapanpun hingga dunia ini hancur. Bukan hanya itu, diantara agama lain hanya islamlah yang mempunyai ibadah pokok yang jumlahnya paling banyak yaitu sholat lima waktu tujuh belas rakaat.
Bila kita ingin membuat perumpamaan, sholat itu ibarat kita mandi, yang dibersihkan tidak tanggung-tanggung lagi bukan kotoran, atau kuman tapi dosa yang dibersihkan. Bila seseorang itu mandi sehari lima kali dalam sehari, kira-kira bersih tidak?? Pastilah bersih dibanding dengan mandi sehari sekali ataupun tiga hari sekali atau malah seminggu sekali mungkin juga sebulan sekali. Ini masih baru mandi wajib, belum lagi mandi-mandi sunnah yang jumlahnya bisa sampai lima atau bahkan sepuluh kali sehari. Masih mau pilih yang lain???

4. Islam adalah Agama sosial
Islam adalah agama yang mengajarkan pemeluknya bagaimana menata hidup dan kehidupannya. termasuk tata cara bersosialisasi. Islam sangat menghargai perbedaan bahkan islam sangat menghormati pemeluk agama lain. Ini dibuktikan dengan sabda Rasulullah “Barang siapa menyakiti orang kafir yang hendak hidup damai bersama orang-orang muslim maka ia menyakitiku”(Kurang lebih demikian hadistnya). Ini adalah nilai yang sangat tinggi yang dijunjung islam dalam sosialisasinya bahkan penghormatan yang tertinggi diberikan kepada siapa yang ingin berdamai dan bersosialisasi dengan para pemeluknya.
Memang benar dalam Islam ada jihad, tapi itu semata-mata adalah bentuk pengabdian dan pengorbanan demi mempertahankan apa yang menjadi hak kita. Islam sangat menghargai hak milik dan melindunginya secara penuh, dan jihad adalah salah satu cara untuk melindungi apa yang kita miliki dan apa yang kita punyai. Sehingga tidak dibenarkan dalam islam jihad dalam memerangi orang-orang yang hendak hidup damai, suatu salah besar jika mengatasnamakan jihad untuk sebuah teror yang meresahkan manusia yang tadinya hidup damai.
Namun adakalanya juga ummat islam ditekan, dan terus menerus ditekan sehingga jihad adalah merupakan satu-satunya jalan untuk menegakkan kembali sendi-sendi islam tersebut. Bukan untuk tujuan menebar teror ataupun menjajah tapi lebih kepada mengembalikan hak-hak yang dirampas, menegakkan kembali panji islam dan memberantas penindasan atas warga muslim. Tidak ada dalam tatanan hukum islam bahwa Al-Islam harus menebarkan teror, membuat keresahan dan menghilangkan perdamaian. umat Islam hidup berdasarkan prinsip lebah, memakan dari yang baik, menebarkan kebaikan dan memberi manfaat bagi seluruh alam. Tapi jangan pernah mengusik lebah, karena ia tidak akan mengusik anda. Namun bila lebah diusik maka mereka akan mati-mati dan dengan segenap nyawa dan tenaga akan melawan hingga kedamaian itu kembali tercipta.

5. Islam adalah Agama keselamatan
Islam merupakan agama keselamatan yang tiap pemeluknya dijamin akan selamat baik di dunia terlebih lagi di akhirat dengan syarat menjalankan islam secara menyeluruh dan bersungguh-sungguh. Islam menjamin setiap pemeluknya masuk syurga bila dalam diri seseorang itu tidak menduakan Allah (musyrik). Karena itu adalah dosa terbesar yang tiada dapat tertebus kecuali dengan “taubatan nashuha” yaitu tobat dengan seluruh jiwa dan raga yang berarti tidak akan mendekati dan melakukan hal yang demikian lagi.
Tapi mungkinkah tidak ada pemeluk islam yang masuk neraka?
Karena nereka itu ibarat bak pencucian yang teramat sangat besar dan kitalah manusia yang akan dicuci dan dibersihkan untuk nantinya dimasukkan ke syurga. Karena sekecil apapun itu, yang namanya iman itu adalah cahaya yang bersinar dari dalam Qolbu atau hati. Jadi ia akan tetap bersinar walau dalam hati itu keruh dan kotor, dan hanya nerakalah tempat pembersihan yang terakhir agar cahaya itu menjadi murni tanpa kegelapan dan noda yang meredupkan sinarnya.
Kenapa pembersihan terakhir?
Karena selama kita masih menghirup nafas, jantung masih berdetak dan darah masih mengalir maka kesempatan untuk melakukan pembersihan hati terbuka lebar, hingga nafas berada diujung kerongkongan. Di dunialah pembersihan yang pertama dan utama, dan seburuk-buruk tempat adalah nereka walau itu ditingkat paling atas. Jadi jika melaksanakan ajaran islam secara sungguh-sungguh dan istiqomah (berkelanjutan) maka insya Allah keselamatan akan selalu bersama kita.
Allahumma Salamatan Fiddin, Wa ‘afiatan fil jasad, Wa Ziadatan fil ‘ilmi, Wa barokatan firrizki, Wataubatan Qoblal maut, Warohmatan indal maut, Wamaghfirotan ba’dal maut begitulah do’a setiap muslim agar ia selalu dalam keselamatan, mendapatkan keberkahan dalam hidup dan kematian yang khusnul khotimah.
Demikianlah lima point kenapa harus memeluk Al-Islam??? dan hanya sebagian point dari sekian banyak keutamaan-keutamaan dalam Al-Islam
Semoga dapat memberi gambaran dan dapat menguatkan keimanan kita sekalian.
Segala kebaikan itu dari Allah semata datangnya dan segala kekhilafan dan kesalahan itu karena saya dan karena ilmu saya yang memang kurang.
Allahu’alam Bishshowaf

6. Islam adalah agama yang logis dan sesuai dengan Fitrah manusia
Kebenaran adalah sesuatu yang bernilai absolut, mutlak.
Namun seringkali kebenaran ini menjadi relatif, bergantung kepada bagaimana cara masing-masing orang memberikan arti dan penilaian terhadap kebenaran itu sendiri, sehingga itu pula kebenaran sudah menjadi sesuatu yang bersifat subjektif.
Beriman itu, haruslah dimulai terlebih dahulu dari hati “Qalbu”.
Bahwa untuk menjalankan syariat suatu agama haruslah dimulai dengan keimanan dahulu adalah sesuatu hal yang tidak dapat terbantahkan.
Keadaan beriman sesorang adalah kondisi “jadi” dari seseorang itu.
Pertanyaannya adalah kondisi jadi tersebut diperoleh lewat mana ?
Tentunya kita berdua tidak bisa mengatakan kondisi beriman tersebut ada karena lewat iman.
Pernyataan ini tertolakkan dalam dunia ilmiah dan bertentangan dengan penalaran kita selaku manusia yang fitrah.
Seseorang memperoleh keimanannya lewat dua jalur, ada yang lewat akal dan ada yang lewat nafsu (nafsu dalam hal ini adalah persangkaan atau praduga manusia)
Jika iman diartikan percaya, maka percaya juga bisa lewat akal atau persangkaan. Misalnya apabila kita hendak melewati sebuah jembatan dari besi, tentu kita akan enteng saja melewatinya, karena persangkaan kita jembatan tersebut sudah kuat. Tetapi bila yang dilewati adalah jembatan dari kayu dan tali, paling tidak kita akan mengecek kekuatan jembatan tersebut terlebih dahulu (menginjak-injak dari pinggir terlebih dahulu dsb )
Dalam berislam pun demikian, terdapat orang-orang yang mencapai iman dengan akal, dan ada yang dengan persangkaan.
Misalnya yang dengan persangkaan adalah seorang islam yang tidak mampu menjawab pertanyaan ” Mengapa kamu memilih Islam ?”, “Darimana kamu tahu bahwa Islam itu benar ?”, ” jika ortumu nggak Islam kira-kira kamu Islam nggak ?”, atau bisa juga “mengapa kamu harus menjadi pengikut Ahmadiyah ?”, “Darimana kamu yakin bahwa Ahmadiyah itu benar dan bukan hal yang justru terkutuk ?” dst.
Jadi, Iman terhadap sesuatu itu tetap harus dibuktikan dulu apakah memang pengimanan tersebut sudah benar atau belum. Dan jalan untuk membuktikan kebenaran akan keimanan ini salah satunya dengan mengadakan penelaahan terhadap iman itu sendiri dengan mengadakan penyesuaian terhadap fitrah manusia.
Manusia menurut sejarah al-Qur’an telah diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang mulia hingga malaikat sekalipun disuruh tunduk, hormat terhadap makhluk bernama manusia ini. Manusia diciptakan berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya, baik yang bisa dilihat secara kasat mata maupun makhluk yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang yang harus mempergunakan alat-alat tertentu seperti mikroskop dan sebagainya untuk melihatnya atau juga makhluk ghaib yang hanya orang-orang tertentu yang dapat melihatnya.
Keutamaan manusia yang paling sering disinggung oleh banyak orang dan bahkan juga al-Qur’an adalah dilimpahkannya anugerah akal sebagai alat untuk berpikir dan memberikan jalan baginya didalam upaya mencari kebenaran Allah, yaitu dzat yang menjadi sumber dari kebenaran itu sendiri.
Seorang manusia tidak bisa memilih, di negeri mana ia dilahirkan, dan siapa orang tuanya. Yang ia dapatkan hanyalah kenyataan, bahwa di negerinya,
kebanyakan orang memeluk agama atau keyakinan (ideologi) tertentu, dan orang tuanya pun mendidiknya sejak kecil dengan suatu pandangan hidup
tertentu.
Namun hampir setiap manusia yang normal ternyata memiliki suatu naluri (instinkt), yakni suatu saat akan menanyakan, apakah keyakinan yang
dianutnya saat itu benar atau salah. Dia akan mulai membandingkan ajaran-ajaran agama atau ideologi yang dikenalnya. Bagaimanapun juga
keberhasilan pencariannya ini sangat bergantung dari informasi yang datang kepadanya. Kalau informasi pengganggu (noise) yang datang kepadanya
terlalu kuat, misalnya adanya teror atau propaganda yang gencar dari pihak-pihak tertentu, bisa jadi sebelum menemukan kebenaran itu, ia sudah
berhenti pada keyakinan tertentu yang dianggapnya enak (meski sebenarnya sesat).

7. Inti dari ajaran Islam adalah Tauhid, Allah itu Esa.
Inti dari ajaran Islam itu adalah Tauhid, mengEsakan Allah. Bagi seorang yang telah masuk Islam harus menjadikan ajaran tauhid sebagai filosofi dasar hidupnya. Semua hal dalam hidup seorang muslim harus dikaitkan atau diletakkan diatas pemahaman penuhanan kepada Allah Yang Esa. Dengan kalimat formalnya Lailahaillallah , Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Utusan Allah.
Kalimat Lailahaillallah ini disebut juga kalimat Thayyibah atau kalimat yang membawa kebaikan dan keberkahan, atau kalimat Taqwa atau kalimat yang mewakili ketaqwaan seseorang dan masih banyak istilah lainya.
Yang perlu dipahami adalah mengapa harus bertauhid atau mengapa harus Islam ? Hal ini terkait dengan masalah yang dihadapi oleh manusia sendiri sepanjang zaman, yaitu problem krisis pemikiran, krisis orientasi, krisis makna. Manusia sejak dahulu menghadapi problem ketidak sadaran akan dirinya.
Konsep Tauhid atau Islam menawarkan jawaban atas krisis itu. Seakan Islam datang dengan pesan, ” Inilah agama yang dapat membawa kepada keselamatan, mengarahkan pada jalan yang lurus, mengantarkan kepada kejayaan dan kebaikan yang sempurna, “.
Masalahnya mengapa dikatakan jalan keselamatan ? Bukankah agama selain Islam juga merupakan jalan keselamatan. Sebenarnya ini adalah pertanyaan ilmiah.
Islam dikatakan dapat membawa kepada keselamatan karena berdasarkan pada filosofi yang benar. Sebelum kita membahasnya lebih dalam, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu arti keselamatan dan ketersesatan. Seorang dikatakan selamat karena terbebas dari ancaman, seorang dikatakan tersesat karena salah jalan.
Contoh, Tuhan manusia itu yang sebenarnya hanya ada satu, jika manusia kembali kepada jalan Tuhan, maka ia selamat, namun jika ia salah persepsi maka ia akan tersesat. Tuhan adalah Tuhan dengan identitasnya yang satu, tuhan bukan uang, tuhan bukan sapi, bukan manusia, bukan segala hal yang bukan tuhan. Tuhan adalah Tuhan.
Dengan bertuhan yang benar maka kita akan beragama yang benar, manusia akan berada pada landasan berpikir yang benar dan lurus. Namun jika manusia salah persepsi tentang tuhan maka manusia tersebut akan tersesat, karena tentu hal itu disebabkan salah pengertian. Seorang yang menuhankan uang misalnya, maka ia akan mengejar uang dengan segala cara, entah dengan merampok atau korupsi. Namun jika manusia tersebut mempunyai Tuhan, sesembahan yang benar yang menjadi tujuan hidupnya maka pasti semuanya akan menjadi benar. Orang akan bertindak benar, menolong tanpa pamrih, dan seluruh hidupnya akan bertujuan hanya untuk apa yang dikehendaki Tuhan.
mengapa harus Islam, jawabannya adalah karena pemahaman yang berlandaskan kebertuhanan yang benar akan membawa manusia kepada jalan yang benar. Jalan atau keyakinan yang berlandaskan pada kebertuhanan yang salah maka akan membawa manusia ke jalan yang salah.
Masalahnya, tidak semua orang tahu arti Lailahaillallah atau tidak semua orang menggunakan filosofi kalimat ini sebagai dasar hidupnya. Banyak manusia yang tersesat pada doktrin, egoisme kelompok, lupa pada tujuan dasarnya. Padahal ini semua adalah Ilmiah.

8. Islam itu agama yang mengajarkan taat menjalankan ibadah
Pada saat kumandang azan yang bergema lima kali dalam sehari. Kumandang azan itu membuat umat Muslim segera memenuhi panggilan-Nya untuk melaksanakan shalat fardhu. Apa pun kegiatan dan aktivitas yang sedang dilakukan langsung ditinggalkan. umat Muslim seolah tak menghiraukan jam sibuk atau saat masih ada pelanggan toko yang hendak berbelanja. Shalat harus tepat waktu.
‘ini adalah keimanan dan hal yang Sungguh luar biasa. Karena umat Islam menganggap Semua barang tersebut bukan milik saya. semuanya adalah kepunyaan Allah SWT. Mungkin saja ada yang lebih perlu darinya.”

9. Islam itu agama yang Ekslusif, Toleran, dan Membahagiakan
Akhir-akhir ini berkembang (dikembangkan) pemahaman-pemahaman Islam yang membingungkan. Muncul sebuah istilah yang sepintas lalu seolah-olah benar, padahal mempunyai makna yang cenderung salah. Misalnya istilah Islam Anti Kekerasan, Islam Membebaskan, Islam Inklusif dan lain-lain. Kemunculan istilah itu dipahami sebagian kalangan Islam sebagai propaganda Barat untuk memecah belah umat Islam, sementara sebagian yang lain menganggap hal itu adalah sebagai khazanah umat Islam atau wacana kebebasan Islam.
Untuk memahami berbagai istilah itu, maka perlu perenungan yang mendalam terhadap kebenaran istilah itu. Karena penggunaan istilah itu seringkali digunakan kalangan tertentu (biasanya didukung para orientalis) untuk merendahkan atau memberi stigma kepada kelompok Islam lainnya. Sehingga dikampanyekan istilah-istilah Islam Garang, Islam yang membelenggu, Islam Radikal, Islam Garis Keras, Islam Militan dan semacamnya.
Penggunaan istilah Islam anti kekerasan misalnya, sebenarnya sangat tidak tepat. Karena Islam kenyataannya mengajarkan kekerasan. Seperti ajaran jihad dalam Islam. Jihad kita ketahui, diwajibkan ketika sebuah wilayah kaum Muslimin dijajah, penduduknya diusir atau dianiaya. Maka penggunaan kekerasan dengan fisik (jihad) melawan “penzalim” dalam Islam bukan saja dibolehkan bahkan wajib dilakukan. Seperti kewajiban jihad penduduk Palestina kepada Israel atau penduduk Islam Maluku ketika mereka diserang bulan Januari 1999.
Begitu juga seorang Bapak dibolehkan menggunakan kekerasan (tidak menyakitkan) kepada anaknya ketika usianya 6 tahun, tapi tetap bandel tidak mau sholat. Jadi Islam bukanlah anti kekerasan, tapi Islam mengatur kekerasan. Sebagaimana hukum-hukum lain yang ada di dunia ini juga mengatur penggunaan kekerasan.
Sangat tidak lucu bila sebuah masyarakat penduduknya diperangi, mereka kemudian berdiam diri, tidak mengadakan pembalasan yang setimpal. Dalam hal ini perlu diteladani ketika Ulama Abu’l Hasan An Nadwi (An Nadwi:1988, hal. 126-127) mengritik keras gerakan tokoh anti kekerasan Mahatma Gandi di India. Kata Nadwi: “Seruan Gandhi tak lebih dari debu tak berarti di tengah bentrokan-bentrokan antar golongan yang hebat di Punjab Timur dan New Delhi bulan September 1947 yang meminta korban lebih dari setengah juta jiwa kaum Muslimin melayang dalam pembantaian kejam dan biadab…Semua kegagalan Gandhi ini menunjukkan bahwa cara perbaikan masyarakat yang diserukan Nabi adalah cara yang tepat, sesuai dengan naluri manusia. ”
Dalam ilmu politik, kekerasan atau perang itu justru harus disiapkan agar masyarakat dapat damai. Dalam teori “Balance of Power”, seperti pendapat pakar politik J. Morgenthau, dikatakan bahwa negara-negara di dunia ini bila ingin damai maka harus membuat kekuatan militer yang seimbang. Dengan keseimbangan kekuatan militer (perang) itu, maka negara yang satu akan berpikir ulang untuk melakukan invasi (menzalimi) negara lain secara semena-mena. Perang seringkali terjadi karena ada anggapan bahwa kekuatan militer yang lain dianggap tidak seimbang (lebih lemah). Disini kita lihat bagaimana “liciknya” politik Amerika tidak mau keseimbangan nuklir terjadi di dunia (khususnya negara-negara Islam seperti Iran).
Dalam sejarah manusia perang sebagaimana kejahatan (syetan) tidak pernah berhenti. Karena itu benar firman Allah SWT : “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah 216).
Dalam sejarah Islam, kita bisa melihat bagaimana Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya puluhan kali berperang dengan kaum kafir yang menzalimi umat Islam. Karena itu Rasulullah, dalam beberapa hadits, menganjurkan umatnya agar belajar “latihan perang”, seperti berkuda (berkendaraan), memanah (menembak) dan berenang. Juga banyak ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits yang memberikan teladan tentang aturan-aturan perang (pembunuhan).
Disisi lain, ketika Islam begitu bersemangat mengajarkan jihad atau peperangan, di saat yang sama, Islam juga sangat menganjurkan perdamaian atau toleransi. Rasulullah mengajarkan bila orang-orang kafir tidak menzalimi umat Islam atau tidak melakukan peperangan, maka umat Islam juga siap berdamai. Dalam sejarah, kita baca tentang berbagai perjanjian damai yang dibuat beliau, seperti: perjanjian Hudaibiyah, Piagam Madinah dan lain-lain.
Nabi terakhir ini, juga mengajarkan toleransi yang tinggi kepada umatnya. Banyak hadist menceritakan tentang kunjungan Nabi saw kepada seorang Yahudi ketika sakit, bersedianya Nabi makan di rumah orang kafir, sedekah Nabi kepada tetangganya yang kafir dan lain-lain. Toleransi (tasamuh) yang tinggi umat Islam itu telah ditorehkan sejarah Islam, termasuk dalam sejarah perang Salib sebagaimana dinyatakan sejarawan Karen Amstrong.
Kita bisa melihat juga Al Qur’an sangat melarang pembunuhan kepada manusia tanpa alasan yang benar. Firman Allah SWT : “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS Al Maidah 32).
Jadi sifat keras dan halus, secara bersama-sama diajarkan Islam. Disitulah justru letak keistimewaan atau keeksklusifannya. Islam secara bersama-sama mengajarkan kekerasan dan perdamaian. Tergantung situasi yang dihadapinya. Seorang Muslim akan kelihatan radikal, militan atau garang ketika Islam atau umat Islam dizalimi oleh musuhnya. Ia akan kelihatan toleran atau “halus”, ketika menjenguk temannya yang non Islam yang sakit. Akan kelihatan lebih “halus lagi”, ketika ia tunduk serendah-rendahnya, bersujud sholat tahajud kepada Rabbnya di malam hari atau air matanya meleleh deras ketika mendengar ayat-ayat tertentu dalam Al Qur’an.
Istilah lain yang cukup mengganggu adalah istilah Islam yang membebaskan. Bila kita merenung dan mengkaji secara mendalam terhadap Islam, maka Islam sebenarnya secara bersama-sama membebaskan dan mengikat pemeluknya. Islam memang membebaskan berfikir bagi manusia, selama pemikirannya tidak menyimpang dari aturan Allah (dari nash-nash Al Qur’an dan Al Hadits yang qath’i). Islam membebaskan manusia berkreasi seluas-luasnya dalam ilmu dan teknologi. Islam juga mengharapkan kemandirian manusia, membebaskan manusia dari ketundukan atau “perbudakan” manusia lainnya, karena berpinsip ketundukan hanyalah kepada Allah Yang Menciptakannya.
Tapi tidak dipungkiri, Islam juga mengikat seorang Muslim dengan kewajiban-kewajiban sholat, kewajiban puasa, zakat, menutup aurat dan lain-lain. Hal itu sebenarnya adalah logis, sebagaimana juga hukum-hukum manusia selain memberikan kebebasan, juga membuat aturan-aturan baik individu maupun masyarakat. Bahkan kadang lebih “ketat” lagi: seperti kita lihat sekarang aturan penghormatan bendera, protokoler presiden/menteri, aturan memakai seragam/helm dan lain-lain. Dalam menghukum, seringkali hukum manusia lebih ganas dna tidak adil, seperti pencuri 10 juta (motor) dibakar hidup-hidup sedangkan pencuri trilyunan rupiah dibebaskan berkeliaran bahkan diberi tambahan modal baru!
Kelebihan Islam, aturan-aturannya mengandung butir-butir hikmah yang besar bagi manusia. Para ulama banyak menulis kitab tentang hikmah-hikmah positif syariat Islam itu: hikmah sholat, hikmah zakat, hikmah menutup aurat, hikmah puasa, hikmah hukum qishash dan lain-lain. Dengan kata lain ketika seorang Muslim menjalankan aturan Islam (syariat Islam), ia tidak merasa dibelenggu sebagaimana menjalankan banyak “hukum manusia”. Tapi justru ia merasa tenteram atau tenang, karena ia menjalankan aturan-aturan dari Sang Pencipta dan Sang Maha Tahu.
Al Qur’an sendiri dengan teks yang jelas, memberi kebebasan bagi seorang manusia mau menjadi Muslim atau menjadi kafir. Masing-masing dengan konsekwensinya. Al Qur’an menegaskan, bila seorang menjadi Muslim maka akan masuk surga dan bila ia memilih kafir, maka ia akan masuk neraka di akherat nanti. Dan Allah SWT tidak akan menzalimi hamba-Nya.
Kata-kata kebebasan –yang dipropagandakan “Barat” untuk melawan keterikatan kepada agama —memang seolah-olah indah dan di dalam katanya mengandung makna kebahagiaan. Tapi, benarkah ideologi kebebasan secara otomatis akan membahagiakan manusia? Kenyataannya justru sebaliknya. Kebebasan (Barat) justru membawa banyak kesengsaraan manusia lainnya. Misalnya: kebebasan seks, berselingkuh dan hidup tanpa nikah, ternyata menyebabkan kesengsaraan dan kehancuran rumah tangga, liarnya kehidupan remaja, merebaknya penyakit aids, hilangnya kepekaan sosial dan lain-lain. Kebebasan pergaulan menyebabkan anak kena narkoba dan tawuran. Kebebasan minuman beralkohol, menyebabkan kerusakan otak dan akhlak.
“Kebebasan perdagangan” yang dipropagandakan Barat malahan justru memeras kekayaan negara-negara berkembang, menghambat kemakmuran negara berkembang dan memperbanyak kematian penduduk negara-negara miskin karena kelaparan dan lain-lain. Kebebasan memelihara anjing yang berlebihan, menyebabkan orang-orang di Barat lebih semangat mengeluarkan uang untuk makanan dan kesehatan anjing, daripada mengeluarkan bantuan untuk orang-orang miskin di negara-negara berkembang. Kita saksikan, kebebasan mode-mode perempuan, justru mengakibatkan banyaknya pelacuran. Banyak anak-anak gadis “harus” melacur untuk mendapatkan uang sekedar untuk membeli mode pakaian terbaru, handphone dan hiburan-hiburan “kebahagiaan semu”. Di samping juga pikiran mereka menjadi terbelenggu (tidak nyaman), karena selalu dituntut tampil ke publik harus “cantik fisik”, selaras dengan dikampanyekannya “fashion show” atau tepatnya “body show”.
Pertanyaannya, manakah yang dicari manusia sebenarnya: kebebasan atau kebahagiaan? Jawabannya tentu manusia dalam hidup ini mencari kebahagiaan. Kebebasan kadang menjadi sarana dan kadang jadi penghambat. Karena itu, yang tepat Islam itu menentramkan atau membahagiakan manusia bukan membebaskan manusia. Jadi, kebebasan itu ternyata tidak selamanya membuat manusia menjadi tenteram atau bahagia, malahan seringkali membuat manusia menjadi sengsara.
Kita dapati dalam sejarah banyak ulama-ulama yang dipenjara, dibelenggu kebebasannya, tapi hidupnya tetap tenang dan tenteram. Ibnu Taimiyah, Sayid Qutb dan Hamka mengukir karya-karya besarnya ketika berada di terali besi.
Setelah meneliti tentang berbagai pendapat para filosof tentang arti bahagia, Ulama Besar Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) menyatakan bahwa manusia berbeda-beda dalam memimpikan kebahagiaan. Si miskin, menganggap si kaya yang bahagia. Orang Bodoh menganggap si Pintar yang bahagia. Orang bujang memimpi orang nikah bahagia. Tapi, kenyataannya tidak demikian. Kadang si kaya melihat si miskin yang bahagia. Ia merasa tidak bahagia karena selalu khawatir hartanya dirampas orang.
Orang yang menikah merasa tidak bahagia, karena waktunya terbelenggu keluarganya dan seterusnya. Karena itu Ulama Besar Buya Hamka menasehatkan: “Bertambah luas akal, bertambah luaslah hidup, bertambah datanglah bahagia. Bertambah sempit akal, bertambah sempit pula hidup, bertambah datanglah celaka. Oleh agama, perjalanan bahagia itu telah diberi berakhir. Puncaknya yang penghabisan ialah kenal akan Tuhan, baik makrifat kepadaNya, baik taat kepadaNya dan baik sabar atas musibahNya. Tidak ada lagi hidup di atas itu.”
Hal itu senada dengan firman Allah SWT : “Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar (kebahagiaan yang berlipat-lipat).” (QS Al Ahzab:33). Walhasil, ada udang dibalik batu dalam sebuah istilah. Dan jangan terbujuk kehalusan politik bahasa!

10. Islam Itu agama yang mudah
Islam adalah agama yang mudah dan sesuai dengan fitrah manusia. Islam adalah agama yang tidak sulit. Allah Azza wa Jalla menghendaki kemudahan kepada umat manusia dan tidak menghendaki kesusahan kepada mereka. Allah Azza wa Jalla mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rahmat.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [Al-Anbiyaa’: 107]

Allah menurunkan Al-Qur-an untuk membimbing manusia kepada kemudahan, keselamatan, kebahagiaan dan tidak membuat manusia celaka, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى

“Kami tidak menurunkan Al-Qur-an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.” [Thaahaa: 2-4]

Sebagai contoh tentang kemudahan Islam:
1). Menuntut ilmu syar’i, belajar Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salaf adalah mudah. Kita dapat belajar setiap hari atau sepekan dua kali, di sela-sela waktu kita yang sangat luang.

2). Mentauhidkan Allah dan beribadah hanya kepada-Nya adalah mudah.

3). Melaksanakan Sunnah-Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mudah, seperti memanjangkan jenggot, memakai pakaian di atas mata kaki, dan lainnya.

4). Shalat hanya diwajibkan 5 waktu dalam 24 jam. Orang yang khusyu’ dalam shalat, paling lama 10 menit, dalam hitungan hari ia melaksanakan shalatnya dalam sehari hanya 50 menit dalam waktu 24 x 60 menit.

5). Orang sakit wajib shalat, boleh sambil duduk atau berbaring jika tidak mampu berdiri.

6). Jika tidak ada air (untuk bersuci), maka dibolehkan tayammum.

7). Jika terkena najis, hanya dicuci bagian yang terkena najis, (agama lain harus menggunting pakaian tersebut dan dibuang).

8). Musafir disunnahkan mengqashar (meringkas) shalat dan boleh menjama’ (menggabung) dua shalat apabila dibutuhkan, seperti shalat Zhuhur dengan ‘Ashar, dan Maghrib dengan ‘Isya’.

9). Seluruh permukaan bumi ini dijadikan untuk tempat shalat dan boleh dipakai untuk bersuci (tayammum).

10). Puasa hanya wajib selama satu bulan, yaitu pada bulan Ramadlan setahun sekali.

11). Orang sakit dan musafir boleh tidak berpuasa asal ia mengganti puasa pada hari yang lain, demikian juga orang yang nifas dan haidh.

12). Orang yang sudah tua renta, perempuan hamil dan menyusui apabila tidak mampu boleh tidak berpuasa, dengan menggantinya dalam bentuk fidyah. [2]

13). Zakat hanya wajib dikeluarkan sekali setahun, bila sudah sampai nishab dan haul.

14). Haji hanya wajib sekali seumur hidup. Barangsiapa yang ingin menambah, maka itu hanyalah sunnah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh al-Aqra’ bin Habis tentang berapa kali haji harus ditunaikan, apakah harus setiap tahun ataukah hanya cukup sekali seumur hidup? Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

بَلْ مَرَّةً وَاحِدَةً فَمَنْ زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ.

“Haji itu (wajibnya) satu kali, barangsiapa yang ingin menambah, maka itu sunnah.” [3]

15). Memakai jilbab mudah dan tidak berat bagi muslimah sesuai dengan syari’at Islam. Untuk masalah jilbab silahkan lihat kitab Jilbab Mar’ah Muslimah oleh Syaikh Imam Muhammad Nashirudin al-Albani rahimahullah.

16). Qishash (balas bunuh) hanya untuk orang yang membunuh orang lain dengan sengaja.[4]

Allah Azza wa Jalla menginginkan kemudahan dan tidak menginginkan kesulitan atas hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“…Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” [Al-Baqarah: 185]

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“…Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” [Al-Maa-idah: 6]

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“… Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu da-lam agama …” [Al-Hajj: 78]

Agama Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, baik dalam hal ‘aqidah, syari’at, ibadah, muamalah dan lainnya. Allah Azza wa Jalla menyuruh manusia untuk menghadap dan masuk ke agama fitrah. Allah Azza wa Jalla berfirman:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah yang Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Ar-Ruum: 30]

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَامِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ.

“Tidaklah seorang bayi dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” [5]

Tidak mungkin, Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan manusia, kemudian Allah Azza wa Jalla memberikan beban kepada hamba-hamba-Nya apa yang mereka tidak sanggup lakukan, Mahasuci Allah dari sifat yang demikian.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [Al-Baqarah: 286]

Tidak ada hal apa pun yang sulit dalam Islam. Allah Azza wa Jalla tidak akan membebankan sesuatu yang manusia tidak mampu melaksanakannya.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوْا وَقَارِبُوْا، وَأَبْشِرُوْا، وَاسْتَعِيْنُوْا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ.

“Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah. Tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agamanya kecuali akan terkalahkan (tidak dapat melaksanakannya dengan sempurna). Oleh karena itu, berlaku luruslah, sederhana (tidak melampaui batas), dan bergembiralah (karena memperoleh pahala) serta memohon pertolongan (kepada Allah) dengan ibadah pada waktu pagi, petang dan sebagian malam.” [6]

Orang yang menganggap Islam itu berat, keras, dan sulit, hal tersebut hanya muncul karena:

1). Kebodohan tentang Islam, umat Islam tidak belajar Al-Qur-an dan As-Sunnah yang shahih menurut pema-haman Shahabat, tidak mau menuntut ilmu syar’i.

2). Mengikuti hawa nafsu. Orang yang mengikuti hawa nafsu, hanya akan menganggap mudah apa-apa yang sesuai dengan hawa nafsunya.

3). Banyak berbuat dosa dan maksiyat, sebab dosa dan maksiyat menghalangi seseorang untuk berbuat kebajikan dan selalu merasa berat untuk melakukannya.

4). Mengikuti agama nenek moyang dan mengikuti banyaknya pendapat orang. Jika ia mengikuti Al-Qur-an dan As-Sunnah, niscaya ia akan mendapat hidayah dan Allah Azza wa Jalla akan memudahkan ia dalam menjalankan agamanya.

Allah Azza wa Jalla mengutus Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghilangkan beban dan belenggu-belenggu yang ada pada manusia, sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur-an:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“ (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis), yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam kitab Taurat dan Injil yang ada di pada mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membebaskan dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur-an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [Al-A’raaf: 157]

Dalam syari’at yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ada lagi beban-beban berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Di antara beban berat itu ialah:

• Saling membunuh penyembah sapi.
• Mewajibkan qishas pada pembunuhan baik yang disengaja ataupun tidak, tanpa memperbolehkan membayar diyat.
• Memotong anggota badan yang melakukan kesalahan.
• Melarang makan dan tidur bersama istrinya yang sedang haidh.
• Membuang atau menggunting kain yang terkena najis.

Kemudian Islam datang menjelaskan dengan mudah, seperti pakaian yang terkena najis wajib dicuci namun tidak digunting.

Syari’at Islam adalah mudah. Kemudahan syari’at Islam berlaku dalam semua hal, baik dalam ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), baik tentang ‘aqidah, ibadah, akhlak, mu’amalah, jual beli, pinjam meminjam, pernikahan, hukuman dan lainnya.

Semua perintah dalam Islam mengandung banyak manfaat. Sebaliknya, semua larangan dalam Islam mengandung banyak kemudharatan di dalamnya. Maka, kewajiban atas kita untuk sungguh-sungguh memegang teguh syari’at Islam dan mengamalkannya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَسِّرُوْا وَلاَ تُعَسِّرُوْا وَبَشِّرُوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا.

“Permudahlah dan jangan mempersulit, berikanlah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.” [9]
12. Jilbab itu banyak manfaatnya bagi kaum Hawa
Alangkah begitu indah jika balutan jilbab menghisai kepala kaum hawa !!! seberapa sayang kah kaum hawa pada diri anda? tahu kah anda kalau jilbab sebenarnya memberi banyak manfaat bagi kaum hawa???
Allah SWT, Tuhan pencipta alam semesta ini memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya. Manfaat dari jilbab menurut sains dan secara Islam adalah :
-Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)
-Memelihara kecemburuan laki-laki
-Akan seperti biadadari surga
-Mencegah penyakit kanker kulit
-Memperlambat gejala penuaan
Ada banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh kaum hawa dari memakai jilbab, baik dari segi sosial, kesehatan maupun politik. Manfaat jilbab bagi kesehatan misalnya adalah :
Jilbab mencegah berbagai penyakit kulit. Kulit kita terdiri dari epidermis, dermis, dan subcotaneous layers. Banyaknya penyakit kulit di sebabkan oleh sinar matahari yang secara langsung terkena kulit terutama sinar UV. Apa lagi pada saat ini telah banyaknya lapisan ozon yang berkurang mengakibatkan semakin banyaknya sinar UV yang masuk ke bumi. Lapisan ozon berfungsi menyerap semua sinar bergelombang pendek agar tidak mengenai bumi. Sinar UV adalah sinar tak nampak yang merupakan bagian dari energi yang dipancarkan matahari. Sinar ini memiliki 3 panjang gelombang yang berbeda, yaitu; A,B,C. Panjang gelombang A berkisar 315-400 nm, gelombang jenis A menyebabkan kulit terbakar (sunburn) setelah terkena sinar matahari dalam waktu yang lama. Panjang gelombang jenis B berkisar antara 280-315 nm, gelombang jenis B menyebabkan kanker kulit setelah terkena sinar matahari beberapa tahun. Panjang gelombang C berkisar 150-280 nm, sinar jenis C adalah gelombang sinar yang paling berbahaya dan mematikan. Sinar UV jenis C biasa di gunakan dalam sterilisasi karena kemapuannya membunuh bakteri dan virus.
Sinar A dan B menyebabkan kanker kulit bagi manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sinar A menembus kulit lebih dalam dari pada B, akan tetapi daya rusaknya lebih rendah. Sinar A merusak sebagian sel yang di kemudian hari menyebabkan kanker kulit. Sinar B menyebabkan kanker kulit secara langsung, karena daya rusaknya lebih besar dari A, terutama bagi mereka yang terlalu sering terkena sinar matahari secara langsung.
Jilbab mencegah kontak lansung antara kulit dan cahaya matahari sehingga kulit terlindung dari bahaya terkena matahari secara langsung. Secara ilmiah terbukti bahhwa terkena sinar matahari secara langsung dapat menyebabkan berbagai macam penyakit kulit yang berbahaya bagi manusia. Diantaranya adalah:

a) Sunburn (terbakar sinar matahari)
Sunburn terjadi akibat sengatan matahari yang kadarnya melebihi daya tahan kulit terhadap UV. Seperti luka bakar karena api baik gejala maupun tingkatannya. Suburn terjadi pada orang berkulit cerah setelah terkena terik matahari kurang dari seperempat jam. Sedangkan orang berkulit coklat (gelap) mampu bertahan di bawah terik matahari yang sama selama 3-9 jam.
Gejala sunburn tidak nampak seketika setelah terkena sinar matahari, akan tetapi setelah beberapa waktu. Gejalanya bermula dari rasa perih dan muncul warna merah.
Rasa perih akan mencapai puncaknya setelah 6-48 jam tersengat matahari. Umumnya terjadi pembengkakan kulit, terutama kulit kaki. Biasanya terik matahari di iringi hembusan hawa panas, dan hal ini kadang mengakibatkan demam.

b) Solar keratoses(peradangan kulit luar karena matahari)
Bentuknya seperti sisik-sisik kasar yang nampak pada bagian kulit yang terbakar. Keadaan ini dapat berkembang menjadi kanker kulit yang menyerang sel gepeng squamous cell.
Radang juga sering dijumpai pada tempat-tempat yang berulang kali terkena sengatan sinar matahari, terutama punggung tangan dan wajah. Bagian wajah yang sering radang adalah hidung, tonjolan pipi, bibir atas dan dahi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang bekerja di area terbuka dalam jangka waktu lama. Pencegahan dapat dilakukan dengan melindungi kulit dari radiasi sinar UV.

c) Solar urticaria(gatal-gatal karena matahari)
Penyakit ini terjadi pada laki-laki maupun perempuan, namun jarang terjadi. Kebanyakan kasus terjadi sebelum usia 40 tahun. Gejalanya langsung nampak seketika setelah terkena sengatan matahari. Penyakit ini biasa menyerang wajah dan punggung tangan. Kondisi ini akan semakin parah seiring dengan makin lamanya seseorang terkena sengatan matahari.

d) Photosensitivity(kulit sensitif terhadap matahari)
Sifat sensitif pada cahaya terjadi akibat reaksi tak wajar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, antara kulit dan cahaya. Yang paling umum di dapati ialah reaksi antara sinar UV jenis B dengan sel-sel kulit. Efek yang timbul ialah kudis berwarna merah yang membengkak dan menimbulkan rasa nyeri. Hal ini dapat berlangsung dalam beberapa hari hingga berminggi-minggu.

e) Kanker kulit
Semua jenis kanker kulit adalah akibat dari terkena sinar matahari, terutama saat terik matahari dari pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Para ilmuan meyakini bahwa sinar UV dapat merusak DNA dalam sel-sel kulit dan mengubahnya menjadi tumor kanker. Adapun daerah yang paling potensial terkena kanker kulit ialah wajah, telapak tangan, lengan dan betis.
Kulit-kulit yang terkena sunburn lebih potensial terkena kanker kulit. Seperti mereka yang menjemur tubuhnya dalam keadaan telanjang secara berkala (sunbath).
Sinar-sinar tersebut dapat merusak atau minimal melemahkan sel-sel antibodi yang tersebar di permukaan kulit. Akibatnya, pertumbuhan tumor kanker pun semakin ganas. Sinar-sinar tersebut juga berpengaruh pada kesehatan kulit dan keindahannya.

f) Squamous cell carcinoma(kanker sel gepeng / sel squama)
Penyakit ini tergolong kanker kulit yang paling luas penyebarannya. Penderitanya kebanyakan orang yang sensitif terhadap matahari.
Penyakit ini di mulai dari peradangan kulit akibat terkena sinar matahari. Penyakit ini di mulai dari timbulnya sisi-sisik kecil yang muncul di wajah, telinga, dan tangan orang kulit putih, yang selama bertahun-tahun berjemur sambil telanjang di bawah sinar matahari.

g) In situ squamous cell carcinoma(kanker sel gepeng yang terlokalisir)
Juga dikenal dengan nama bonz. Sel-sel kankernya berkonsentrasi pada bagian luar kulit saja, luasnya berkisar antara satu hingga beberapa sentimeter. Penyebab utama dari kanker parsial ini adalah terkena sinar matahari yang mengandung UV.

h) Melanoma
Penyakit kanker yang berbahaya yang dapat diobati jika diketahui sejak dini. Ia merupakan pertumbuhan sel-sel kromatin pada lapisan luar kulit dan lapisan di bawahnya secara tak terkendali. Seperti halnya kanker lainnya, jenis ini mulanya seperti penyakit kulit, kemudian menyebar ke tempat-tempat lainnya seperti mata, mulut, dan otak. Penyakit ini dapat menjakiti semua umur, namun kebanyakan yang berumur 50-70 tahun. Korban yang meninggal dunia karenanya mencapai ratusan tiap tahun. Penyebab utama penyakit ini karena sering terkena sinar matahari ketika kanak-kanak.

Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat islam yang sempurna…!!
13. Khitan itu banyak memberikan keuntungan bagi kaum Adam
Mungkin Anda pernah mendengar bahwa umat Islam dianjurkan untuk melakukan khitan atau sunat. Sebetulnya apakah khitan itu memang perlu dilakukan? Kira- kira apa saja ya keuntungan melakukan khitan? Yuk kita simak lebih jauh tentang khitan.
Pro-kontra mengenai perlu-tidaknya khitan pada laki-laki sudah lama berlangsung. Tapi tampaknya hasil penelitian terbaru ini bisa dijadikan pegangan bahwa khitan memang perlu.
Laki-laki yang dikhitan terbukti jarang sekali tertular infeksi yang menular melalui hubungan seksual dibanding mereka yang belum disunat, itulah yang termuat dalam jurnal Pediatrics.
Dalam jurnal disebutkan bahwa khitan dapat mengurangi risiko tertular dan menyebarkan infeksi sampai sekitar 50%. Makanya jurnal juga menyarankan manfaat besar mengenai sunat bagi bayi yang baru lahir.
Studi saat ini hanya satu dari sekian studi untuk mengupas lebih jauh tentang topik kontroversial ini. Meskipun berbagai studi mendapati bahwa sunat bisa mengurangi tingkat HIV (virus penyebab AIDS), sipilis, dan borok pada alat kelamin, hasil tersebut bercampur dengan penyakit lain yang menular melalui hubungan seks (STD).
Academy of Pediatrics, Amerika menyebut bukti tersebut “rumit dan bertentangan”, karena itu mereka menyimpulkan bahwa, untuk saat ini, bukti tersebut tak memadai untuk mendukung khitan rutin pada bayi yang baru lahir.
Seperti dikutip Reuters, para peneliti menganalisis data yang dikumpulkan Christchurch Health and Development Study, yang mencakup kelompok kelahiran anak dari Selandia Baru.
Dalam studi ini responden laki-laki dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan status khitan sebelum usia 15 tahun dan kelompok yang mengalami infeksi menular melalui hubungan seks antara usia 18 dan 25 tahun yang ditentukan melalui sebuah kuisioner.
Sebanyak 356 anak laki yang tak dikhitan memiliki risiko 2,66 kali serangan infeksi yang menular melalui hubungan seks dibandingkan dengan 154 anak laki yang disunat, demikian kesimpulan pemimpin peneliti Dr. David M. Fergusson dan rekan dari Christchurch School of Medicine and Health Sciences.
Sebagian besar risiko yang berkurang tersebut tak berubah setelah diperhitungkan juga faktor pemicu yang potensial, seperti jumlah pasangan seks dan hubungan seks tanpa pelindung.
Para ilmuwan itu memperkirakan bahwa kalau saja khitan rutin pada bayi yang baru dilahirkan telah dilembagakan, angka infeksi yang menular melalui hubungan seks dalam kelompok saat ini tersebut mungkin telah berkurang setidaknya 48%.
Analisis tersebut memperlihatkan manfaat khitan dalam mengurangi risiko infeksi yang menyerang melalui hubungan seks mungkin sangat banyak. “Masalah kesehatan masyarakat yang diangkat dalam temuan ini jelas melibatkan pertimbangan manfaat jangka panjang bagi khitan rutin pada bayi yang baru dilahirkan dalam mengurangi risiko infeksi di dalam masyarakat, berbanding perkiraan biaya prosedur tersebut,” ujar para peneliti.

Demikianlah beberapa alasan dari banyaknya alasan kenapa orang yang berakal mesti memeluk Islam.

This entry was posted in Edisi Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s