Belum Bosan Jadi atheis ???

DEFINISI AGAMA

Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Kata “agama” berasal dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti “tradisi”. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Émile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

KENAPA MANUSIA HARUS BERAGAMA ?
agama berfungsi sebagai :
-Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok. Orang yang tidak memiliki agama berarti ia hidup tanpa pedoman/arah.
-Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia. Orang yang tidak memiliki agama berarti ia hidup tanpa aturan tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
-Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah. Orang yang tidak memiliki agama berarti ia hidup tanpa prinsip benar atau salah.
-Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan.
-Pedoman perasaan keyakinan.
-Pedoman keberadaan
-Pengungkapan estetika (keindahan)
-Pedoman rekreasi dan hiburan
-Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.

PERBANDINGAN MANUSIA YANG BERAGAMA DAN MANUSIA YANG TIDAK BERAGAMA
Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan Pencipta dan penguasa alam semesta.
Istilah ateisme berasal dari Bahasa Yunani ἄθεος (átheos), yang secara peyoratif digunakan untuk merujuk pada siapapun yang kepercayaannya bertentangan dengan agama/kepercayaan yang sudah mapan di lingkungannya. Dengan menyebarnya pemikiran bebas, skeptisisme ilmiah, dan kritik terhadap agama, istilah ateis mulai dispesifikasi untuk merujuk kepada mereka yang tidak percaya kepada tuhan. Orang yang pertama kali mengaku sebagai “ateis” muncul pada abad ke-18. Pada zaman sekarang, sekitar 2,3% populasi dunia mengaku sebagai ateis, manakala 11,9% mengaku sebagai nonteis. Sekitar 65% orang Jepang mengaku sebagai ateis, agnostik, ataupun orang yang tak beragama; dan sekitar 48%-nya di Rusia. Persentase komunitas tersebut di Uni Eropa berkisar antara 6% (Italia) sampai dengan 85% (Swedia). Banyak ateis bersikap skeptis kepada keberadaan fenomena paranormal karena kurangnya bukti empiris. Yang lain memberikan argumen dengan dasar filosofis, sosial, atau sejarah. Pada kebudayaan Barat, ateis seringkali diasumsikan sebagai tak beragama (ireligius). Beberapa aliran Agama Buddha tidak pernah menyebutkan istilah ‘Tuhan’ dalam berbagai upacara ritual, namun dalam Agama Buddha konsep ketuhanan yang dimaksud mempergunakan istilah Nibbana. Karenanya agama ini sering disebut agama ateistik. Walaupun banyak dari yang mendefinisikan dirinya sebagai ateis cenderung kepada filosofi sekuler seperti humanisme, rasionalisme, dan naturalisme, tidak ada ideologi atau perilaku spesifik yang dijunjung oleh semua ateis.
Non-Adherent adalah paham mirip dengan paham atheis dimana seorang individu/kelompok tidak mempercayai adanya tuhan dan lebih mementingkan kepentingan duniawi. Adapun kelompok non-adherent sendiri lebih banyak berpusat di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris yang memegang paham negara sekular. Adapun juga paham non-adherent bisa diartikan sebagai pemisahan antara urusan duniawi dan urusan akhirat, dimana biasanya kelompok ini lebih tidak ingin tahu urusan akhirat. Non adherent diperkenalkan pertama kali di negara komunis yaitu Rusia lalu meluas ke Cina pada tahun 1930-an lalu diadopsi oleh negara-negara eropa seperti Inggris dan Belanda lalu meluas ke Amerika Serikat. Paham ini dirasakan cocok oleh negara-negara tersebut karena sesuai dengan filosofi mereka yang memisahkan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Kelompok non-adherent berbasis di Amerika dan negara-negara Eropa dimana paham ini dikembangkan lagi menjadi paham-paham yang berbeda seperti sekularisme dan atheisme dan lebih jauh orang-orang yang berpahamkan non-adherent lebih berpikir praktis dimana segala sesuatunya hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya, mereka tidak mempunyai rasa keagamaan dan condong lebih egois juga lebih fanatik akan urusan dunianya. mereka juga hidup tanpa pedoman/arah, tanpa aturan tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia, dan tanpa prinsip benar atau salah.
Muslim (bahasa arab:مسلم, muslim) adalah secara harfiah berarti “seseorang yang berserah diri (kepada Allah)”, termasuk segala makhluk yang ada di langit dan bumi (QS Al-Imran 3:83, 1:2). Kata muslim merujuk kepada penganut agam Islam. Muslim adalah sebutan untuk pria pemeluk agama Islam sedangkan muslimah (مسلمة) adalah sebutan untuk wanita Islam. Al-Qur’ān (ejaan KBBI: Alquran, Arab: القرآن) adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Al Qur’an menjelaskan tentang semua nabi dan rasul adalah sebagai Muslim, dari Adam, Nuh, Musa, Isa dan Muhammad. Al Qur’an menyatakan bahwa mereka adalah Muslim karena mereka hanya berserah diri kepada Tuhan, memberikan firman dan menegakkan agama Allah. Demikian pula dalam surah Al-Imran dalam Al-Qur’an,“ Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) berkata kepada Isa: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (Al-Imran 3:52)” Muslim selalu melakukan salat lima kali dalam sehari sebagai kewajiban dalam agama (fardhu), lima waktu salat ini adalah subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya dan ada juga salat khusus pada hari Jumat yang disebut sebagai Salat Jumat. Muslim mempercayai adanya tuhan yang menciptakan alam semesta dan cenderung menyeimbangkan kepentingan urusan duniawi dan urusan akhirat. Biasanya kelompok Muslim tidak hanya ingin tahu urusan duniawi saja, tetapi urusan akhiratnya juga. paham Islam dirasakan cocok bagi negara-negara dengan filosofi masyarakat yang menyeimbangkan antara urusan dunia dan urusan akhirat setelah mati. Lebih jauh Muslim berpikir lebih baik dimana segala sesuatunya tidak hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya, mereka mempunyai rasa keagamaan dan condong lebih sosial juga tidak fanatik akan urusan dunia. Oleh sebab itu, hidup seorang Muslim lebih baik dan lebih tentram daripada seorang atheis.
Makanya, Segeralah masuk Islam !!!!!!

This entry was posted in Edisi Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s