Trinitas Adalah Tidak Masuk Akal Sehat Manusia

Suatu agama harus Dibangun Dengan Dalil Dan Hujjah. Seandainya suatu agama adalah akal maka tentu mengusap bagian bawah sepatu lebih utama untuk diusap daripada bagian atasnya. Hal ini bukan berarti meniadakan akal, tidak bukan demikian, akan tetapi dalam beragama yang menjadi asas dalam beragama ialah wahyu kemudian akal yang sehat dalam memahami nash-nash kitab suci yang dimiliki dan tingkah laku dari pembawa agama tersebut. Bila akalnya atau pemahamannya sehat maka pendapatnya pun sehat. Namun bila akalnya atau pemahamannya buruk atau rusak maka sudah dapat dipastikan pendapatnya pun buruk.

DEFINISI TRINITAS
Menurut Wikipedia, Tritunggal atau Trinitas adalah doktrin Iman Kristen yang mengakui Satu Allah Yang Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi: Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus, di mana ketiganya adalah sama esensinya, sama kedudukannnya, sama kuasanya, dan sama kemuliaannya. Istilah Tritunggal (Inggris: trinity, Latin: trinitas) mengandung arti tiga Pribadi dalam satu kesatuan esensi Allah. Istilah “pribadi” dalam bahasa Yunani adalah hupostasis, diterjemahkan ke Latin sebagai persona (Inggris: Person).
Ada yang menyatakan bahwa doktrin tersebut meminjam konsep pra-Kristen tentang trinitas ilahi yang dipahami oleh Plato.

SEJARAH TRINITAS
Trinitas pertama kali berasal dari India, yaitu agama Hindu yang memperkenalkan tiga Tuhan: Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Kemudian diikuti Mesir: Osiris / Isis / Horus. Kemudian Persia: Ormuzd / Ahriman / Mithra. Sedangkan filsafat Neoplatonis mengajarkan Trinitas: Ulimate Reality (Kenyataan asal, Tuhan ) – Intelligent ( Akal, ilmu, logos) – World Soul ( Roh ). Dan yang terakhir inilah, cikal bakal lahirnya Trinitas dalam agama Kristen.
Karena ilmu filsafat dan kepandaian yang mereka miliki, orang-orang Yunani menganggap ilmu mereka dapat disetarakan dengan Tuhan. Seperti terdapat dalam Injil Yohannes 1:1
“ Pada mulanya adalah Firman ( Logos, ilmu akal ), dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Maka dari Trinitas Platonis tersebut dapat diambil kesimpulan sbb:
1. Ultimate Reality ( kenyataan asal ), dianggap sebagai permulaan kebenaran yaitu Tuhan.
2. Intelligent ( akal ilmu Logos ), dianggap sebagai penjelmaan kebenaran tersebut (Yesus).
3. World Soul ( roh ), dianggap sebagai cara kebenaran tersebut masuk ke dalam otak manusia, melalui roh bukan jasad (roh kudus).
Jadi, bagi orang Kristen, Firman disebutkan sebagai Yesus (Allah anak) yang disamakan dengan Tuhan (Allah Bapa).

Trinitas adalah doktrin yang dibuat-buat manusia dan Alkitab adalah tidak asli
Ayat yang menopang Trinitas hanya ada dua dalam Alkitab yaitu:
1. Injil Matius 28:19
“Karena itu pergilah, jadikanlah bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan anak Roh Kudus”.
Pada ayat ini tidak ada pernyataan bahwa Bapa, anak dan Roh Kudus adalah satu, yang ada hanya perintah membaptis dalam nama Bapa, anak dan Roh Kudus.
Lagipula, ayat ini tidak asli, karena jika kita membaca Matius 28 seluruhnya, kita akan mendapati bahwa akhir Injil Matius adalah pasal 28 ayat 15 yang memiliki kata-kata yang sama seperti akhir sebuah bacaan.
“Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera itu tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini”. (Mat 28:15)
2. Surat 1 Yohannes 5:7-8
“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di sorga: Bapa, Firman, dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu. Dan tiga yang meberi kesaksian di bumi] : Roh, air dan darah dan ketiganya adalah satu”
Kalimat yang berada dalam tanda kurung pada ayat ini tidak asli, jika asli mengapa harus diberi kurung ??
Ketidakaslian ayat ini juga diungkapkan oleh:
a. Lembaga Biblika Indonesia (LBI).
“Bagian antara kurung itu pasti tidak asli” (Lembaga Biblika Indonesia, Kitab suci Perjanjian Baru Th 1977/1978, hal. 551).
Pernyataan Lembaga Biblika Indonesia (LBI) ini secara tidak langsung mengakui bahwa Injil yang dipegang oleh umat Kristen saat ini memang sudah tidak asli dan ada campur tangan manusia.
b. Drs. M. E. Duyverman
“Menurut salinan tertua, jalan kalimat adalah begini: Karena tiga menjadi saksi yaitu roh, air dan darah…….” (Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru, BPK, Jakarta 1966 hal. 145).
c. Alkitab New International Version:
“Manuskrip yang paling tua dari naskah Vulgata [ di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberikan kesaksian di bumi ]. Tidak ditemukan sebelum abad ke-16”. (Zondervan Publishing House. The Holy Bible New International Version. Michigan 1994, hal 1242).
Jadi, telah terbukti sekarang bahwa Trinitas adalah doktrin yang dibuat-buat yang tidak memiliki nilai kebenaran sama sekali.

ALASAN TRINITAS ADALAH TIDAK MASUK AKAL
1.    Jika Yesus adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, mengapa Allah masih berfirman (berkata) kepada Yesus? “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaku telah kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku” (Yohanes 17: 8). Menurut ayat ini, Allah menyampaikan firman kepada Yesus untuk disampaikan kepada para muridnya. Jelaslah bahwa Allah tidak menjelma menjadi Yesus. Jika Allah menjelma menjadi Yesus, seharusnya Allah tidak perlu lagi berfirman kepada Yesus. Pada ujung ayat, disebutkan Allah mengutus Yesus. Ini menambah bukti bahwa Yesus bukan penjelmaan Tuhan. Jika Allah sudah menjelma menjadi Yesus, tentunya Allah tidak akan mengutus Yesus, bukan?
2.    Jika Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri (dua oknum yang sama), mengapa Alkitab memposisikan keduanya sebagai oknum yang berbeda satu sama lainnya? Buktinya, Allah mengutus Roh Kudus (Yohanes 14:26). Fakta ini menegaskan bahwa Roh Kudus bukanlah penjelmaan Allah. Sebab Allah yang mengutus berbeda (tidak sama) dengan Roh Kudus yang diutusnya. Keduanya bukan oknum yang sama. Dan Jika Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri (dua oknum yang sama), maka kepada Tuhan yang mana lagi Roh Kudus berdoa ? Menurut Alkitab, Roh berdoa kepada Allah (Roma 8:26), dan orang yang menghujat Allah masih bisa diampuni, tapi menghujat Roh Kudus tak bisa diampuni (Markus 3:28-29). Kedua fakta ini pun mempertegas bahwa Allah berbeda dengan Roh Kudus.
3.    Injil Matius 28:19 yang dijadikan sebagai dalil Trinitas adalah ayat palsu. Keabsahan ayat ini diragukan oleh banyak teolog, karena Injil Matius pasal 28 seharusnya berakhir sampai pada ayat 15. Sedangkan lima ayat berikutnya, yaitu Matius 28:16-20 adalah ayat-ayat sisipan yang ditambahkan oleh Gereja di kemudian hari. Bila dibaca dengan teliti, maka terlihat jelas bahwa ayat 15 adalah penutup Injil Matius pasal 28. Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, memberikan komentar yang sangat tajam:
“This [Matthew 28: 15] would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows [Matthew 28: 16-20] from the nature of what is said, would then be a latter addition” (The Original New Testament, 1998, hlm. 124). (Ayat ini [Matius 28: 15] nampak sebagai penutup Injil Matius. Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya [Matius 28: 16-20], dari kandungan isinya, nampak sebagai ayat-ayat yang baru ditambahkan kemudian).
4.    1 Yohanes 5:7 yang dijadikan sebagai penopang Trinitas pun bukan firman Tuhan, melainkan ayat palsu. Teolog terkenal Charles C. Ryrie dalam bukunya Teologi Dasar I halaman 70, menyebut ayat ini bukan bagian dari teks asli Kitab Suci. Teolog Dr. Herbert W. Amstrong memaparkan bahwa ayat ini ditambahkan ke dalam Alkitab edisi Vulgata Latin ketika terjadi kontroversi panas antara Roma, Arius dan umat Allah. Penelitian dua teolog ternama, Edward Gibbon dan Richard Porson, sama-sama sepakat bahwa ayat 1 Yohanes 5:7 baru pertama kali dimasukkan oleh Gereja ke dalam Alkitab tahun 400 Masehi (Secrets of Mount Sinai, James Bentley, hlm. 30-33). Karena kuatnya bukti-bukti pemalsuan tersebut, maka ayat 1 Yohanes 5:7 disensor dari Alkitab bahasa Inggris seperti: The Revised Standard Version, The New Revised Standard Version, The New American Standard Bible, The New English Bible, The Philips Modern English Bible, dan lain-lain.
5.    Matius 28:18 :Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Semua umat Kristen, hampir dapat dipastikan hafal di luar kepala ayat ini. Bahkan ayat ini termasuk salah satu ayat emas yang sangat diandalkan oleh umat Kristiani di manapun mereka berada :”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”. Dalam kitab suci agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan diberikan sesuatu, kecuali di dalam Alkitab/Bible. Manusia tidak boleh memberikan sifat lemah kepada Tuhan, sebab setiap yang punya sifat lemah, pasti bukan Tuhan. Jika Tuhan punya sifat lemah, apa bedanya Dia dengan makhluk ciptaan-Nya? Jika Yesus adalah Tuhan, tidak mungkin Tuhan diberikan sesuatu. Sifat-sifat lemah seperti itu adalah sifat makhluk ciptaan-Nya bukan sifat Tuhan. Ayat ini sebenarnya justru memberikan bukti bahwa Yesus adalah bukan Tuhan. Yang Tuhan itu adalah yang memberikan kekuasaan yaitu Allah SWT. Jika masih ada Tuhan lain yang memberikan kekuasaan kepada Yesus, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang mana lagi yang memberikan kekuasaan kepada Yesus, jika ia sendiri adalah Tuhan ??? Secara Logika, trinitas adalah tidak masuk akal karena: Setiap yang mengaku diberikan sesuatu oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan! Yesus mengaku diberikan sesuatu oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
6.    Matius 10:40 : “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku.” Ayat ini bermakna bahwa barangsiapa yang menghormati Yesus, sama saja dia telah menghormati Tuhan yang mengutusnya. Atau barang siapa yang mengikuti ajaran Yesus, sama saja dia telah mengikuti ajaran yang telah mengutusnya yaitu Tuhan (Allah SWT). Atau barang siapa yang mempermuliakan Yesus, berarti sama saja dia telah mempermuliakan yang mengutusnya yaitu Tuhan (Allah SWT). Ini membuktikan bahwa Yesus mengaku bahwa dia adalah bukan Tuhan, tapi hanya seorang utusan Tuhan (Allah SWT). Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia malah mengaku utusan Tuhan ? Secara Logika, trinitas adalah tidak masuk akal karena: Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan (Allah SWT), pasti bukan Tuhan (Allah SWT)!. Yesus mengaku diutus oleh Tuhan (Allah SWT), berarti Yesus bukan Tuhan (Allah SWT) tapi utusan Tuhan. Bahkan, Di dalam Alkitab tidak ada satu pun ayat yang mengatakan secara langsung bahwa Yesus adalah Tuhan, Yang ada hanyalah yesus mengaku utusan Tuhan saja. Silakan Anda Cari di seluruh Alkitab bila tidak percaya.
7.    Yohanes 11: 41-42 : ”Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : ”Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Ayat tersebut adalah doa Yesus kepada Allah yang memohon agar orang bernama Lazarus yang telah empat hari mati supaya dihidupkan kembali dari kuburnya. Permohonan Yesus dikabulkan oleh Allah, maka keluarlah Lazarus dari kuburnya. Allah mengabulkan permohonan doa Yesus, untuk membuktikan kepada mereka bahwa dia benar-benar utusan Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia tidak perlu berdoa lagi kepada Tuhan. Jika masih ada Tuhan lain yang dia sembah, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang mana lagi yang disembah oleh Yesus, jika ia sendiri adalah Tuhan ???. Markus 12:28-29 :”Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal menjawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada mereka itu, datang kepada-Nya dan bertanya: ”Hukum apakah yang paling utama?” Jawab Yesus : ”Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” Di hadapan orang Saduki dan para ahli Taurat, Yesus telah memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah kita yang Esa, Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan itu adalah diri dia sendiri. Dan Yesus tidak sekalipun mengatakan bahwa Tuhan itu punya oknum (Trinitas) sebagaimana yang didoktrinkan oleh gereja tetapi Yesus katakan bahwa Tuhan itu Esa. Esa berarti satu, bukan dua atau tiga Tuhan. Secara Logika, trinitas adalah tidak masuk akal karena: Setiap yang berdoa menengadah ke langit, pasti bukan Tuhan. Yesus berdoa menengadah ke langit, berarti Yesus bukan Tuhan. Setiap yang mengucapkan syukur kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan. Yesus mengucapkan syukur kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan. Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan. Yesus diutus oleh Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan. Setiap yang memberi kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan. Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan. Sebab jika dia itu juga adalah Tuhan, berarti Tuhan itu bukan Esa.
8.    Matius 26:39 : “Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya : “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Yesus sujud dan berdoa kepada Allah dan memohon agar kehendak Allahnya yang terjadi, bukan menurut kehendaknya sendiri. Ini membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, bukan Allah, tapi hanya sebagai manusia biasa. Tidak mungkin Tuhan harus sujud menyembah kepada Tuhan. Tuhan yang mana lagi yang disujudi oleh Yesus jika dia sendiri adalah Tuhan ??? Secara Logika, trinitas adalah tidak masuk akal karena: Setiap yang sujud kepada Allah, pasti bukan Allah. Yesus sujud kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah. Setiap yang berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.             Yesus berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah. Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan. Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
9.    Lukas 2:21 : “Dan ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan, ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibu-Nya.” Orang yang paling mengetahui siapa sebenarnya anaknya adalah orangtuanya sendiri, apalagi ibunya yang melahirkannya. Belum pernah terbesit dalam mulut ibunya (Siti Maryam) mengatakan atau memberikan kesaksian kepada umat manusia saat itu, bahwa anaknya yang dia lahirkan itu bernama Yesus adalah Tuhan atau Allah itu sendiri yang menjelma jadi manusia. Ibu dan bapaknya menyunatkan Yesus tepat pada hari ke delapan sesuai dengan firman Allah kepada mereka yaitu dalam kitab Kejadian 17:12 yang berbunyi : “Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun temurun.” Jika Yesus adalah Tuhan, apakah Tuhan perlu bersunat? Karena Yesus itu manusia, maka dia wajib bersunat, mengikuti perintah Tuhan. Secara Logika, trinitas adalah tidak masuk akal karena:                  Setiap yang bersunat karena mengikuti perintah Tuhan, pasti bukan Tuhan. Yesus disunat karena mengikuti perintah Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan. Setiap yang dikandung oleh ibunya, pasti bukan Tuhan. Yesus dikandung oleh ibunya, berarti Yesus bukan Tuhan.
10.    Yohanes 14:6 : ”Kata Yesus kepadanya:” Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorangpun yang datang ke Bapa, kalau tidak melalui aku.” Semua umat Kristen, hampir dapat dipastikan hafal di luar kepala ayat ini. Bahkan ayat ini termasuk salah satu ayat emas yang sangat diandalkan oleh umat Kristiani di manapun mereka berada :”Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Ayat ini sebenarnya justru memberikan bukti bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Yang Tuhan itu adalah Bapanya yaitu Allah SWT. Secara Logika, trinitas adalah tidak masuk akal karena:                Setiap yang mengaku datang dari Bapa (Tuhan), pasti bukan Tuhan! Yesus mengaku datang dari Bapanya (Tuhan), berarti Yesus bukan Tuhan.
11.    Matius 24:46 : “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?” Ketika Yesus dipaku dan digantungkan di kayu salib, sebelum ia mati dia berseru memanggil Tuhannya (Allah) “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Secara Logika, trinitas adalah tidak masuk akal karena Teriakan Yesus seperti itu justru memberikan pengertian sebagai berikut : Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil ??? Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa manusia, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepada Tuhan, seharusnya dia ikhlas disalib. Jika di dalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu. Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti dia bukan Tuhan. Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
12.    Matius 24:36 : “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” Berbicara tentang kapan datangnya hari kiamat, Yesus berterus terang bahwa tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga pun tidak tahu, dan Yesus sendiri tidak tahu kapan hari kiamat tiba, kecuali hanya Allah yang tahu. Jika Yesus adalah Tuhan, mestinya dia tahu kapan datangnya hari kiamat itu. Wajar jika ia tidak tahu, sebab memang dia adalah hanyalah seorang nabi atau Rasul, bukan Tuhan!. Secara Logika, trinitas adalah tidak masuk akal karena:  Setiap yang tidak tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan! Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, berarti Yesus bukan Tuhan. Setiap yang memanggil Bapa kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan. Yesus memanggil Bapa kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!

This entry was posted in Edisi Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s